Apa yang disebut dengan Hijrah ?
Hijrah adalah perpindahan dari tempat yang satu ketempat yang baru, hijrah didalam islam bermacam-macam akan tetapi hijrah yang didalam sejarah dihitung dari hijrahnya Rasulullah SAW dari Mekkah ke Madinah, disinilah dihitung Tahun Barunya Islam dimana kejahatan orang-orang jahiliyah pada saat itu yang membuat baginda Nabi Muhammad SAW berhijrah, yang dengan hijrah tersebut Nabi Muhammad SAW dapat mengembangkan Syiar Islamnya.
Pentingnya Berhijrah
Bila kita melihat contoh diatas bagaimana Rasulullah SAW merebut keberhasilan dengan berhijrah maka kita sebagai umatnya harus berhijrah dari kejelekan-kejelekan kita menuju kebaikan, dari kesombongan, bangga diri, riya’, hijrah kepada ketawadhuan (merendah diri), dari pelit, mengadu domba hijrah menuju ketawadhuan (merendah diri) dengan kita berhijrah dari penyakit-penyakit hati dan racun-racunnya yang diatas maka kita akan mendapatkan ketenangan jiwa dan jiwa yang tenang adalah tempatnya cahaya Allah dan cahaya Allah tidak masuk kepada hati yang ada racunnya dan penyakit-penyakitnya.
Apa yang disebut dengan Tawadhu ?
Tawadhu adalah merendahkan diri , tidak sombong, tidak bangga diri atau sebaliknya seperti contoh di atas. Tawadhu kepada Allah menjadikan semua amalnya yang dia lakukan karena mengharap ridho Allah dan Rasul-Nya, tawadhu kepada Nabi Muhammad SAW menjadikan sunnah-sunnahnya manjadikan ia bertambah dekat kepada Allah, tawadhu kepada manusia saling menyayangi, menghormati dan tidak saling mengadu domba dan bermusuhan.
Tawadhu adalah derajat yang tinggi dan berada didalam hati yang paling dalam, tidak dijadikan sebagai kekasih Allah bila ia tidak bertawadhu karena semua kekasih-kekasih Allah adalah orang yang bertawadhu dan tawadhu adalah kunci manusia berdekatan dengan Allah dan Nabi Muhammad SAW dan dari sebagian ahklak yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.
Apa yang disebut dengan Ahklak ?
Ahklak artinya budi pekerti dan tempatnya dihati, semua kunci ilmu harus dengan ahklak karena ilmu tanpa akhlak bagaikan pohon tanpa buah, bagaimana ahklak kita kepada Allah, kepada Rasulullah, kepada wali-walinya Allah, kepada ulama, kepada orangtua dan kepada muslimina wal muslimat, Nabi bersabda : “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan ahklak manusia.”
Kekurangan manusia akan terlihat dari akhlaknya walaupun ia banyak ilmunya dan amalnya, bila dia tidak berahklak maka dia masih kurang didalam menjalankan ilmunya dan amalya karena banyaknya kejelekan orang jahiliyah dikarenakan buruk ahklaknya, maka berhijrahlah dari semua kejelekan-kejelekan menuju kebaikan yang diajarkan Rasulullah SAW.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar